Detil Ruang Informasi

Pengembangan Sistem Informasi dan Pusat Pelayanan Informasi Terpadu Desa dalam Penanganan Kemiskinan di Kabupaten Bondowoso

Administrator

1 tahun yang lalu

  1. INFO_ROOM_ATTACHMEMT1577054707

Pengembangan Sistem Informasi dan Pusat Pelayanan Informasi Terpadu Desa dalam Penanganan Kemiskinan di Kabupaten Bondowoso

Universitas Jember terpilih sebagai salah satu mitra pelaksana program UMD bersama 3 (tiga) perguruan tinggi lainnya di Indonesia bertemakan ‘Pengembangan Sistem Informasi dan Pusat Pelayanan Informasi Terpadu Desa dalam Penanganan Kemiskinan di Kabupaten Bondowoso’ dilaksanakan selama satu tahun dengan 2 kali gelombang penerjunan mahasiswa KKN. Program berlokasi di 10 Desa di Kabupaten Bondowoso yaitu di Kecamatan Cermee: Desa Grujukan, Desa Ramban Kulon, Desa Ramban Wetan, Desa Suling Wetan, Desa Cermee dan Desa Bercak, serta Kecamatan Wringin: Desa Bukor, Desa Ambulu, Desa Banyu Putih, Desa Gringseran. Program ini melibatkan 211 mahasiswa.

Berdasarkan hasil FGD pengembangan sistem informasi desa yang dilakukan Pemda dan Pemerintah Desa di Kabupaten Bondowoso bersama Tim Universitas Jember (8-10 Agustus 2016) disepakati bahwa pengembangan kualitas informasi melalui Sistem Informasi desa di desa kabupaten Bondowoso harus mampu mengantisipasi permasalahan-permasalahan sebagai berikut:

  • Tidak adanya sinkronisasi data dan informasi kependudukan serta kemiskinan antara pemerintahan desa dengan supra desa (daerah maupun pemerintahan pusat)
  • Desa tidak memiliki infrastruktur data base tentang kependudukan serta kemiskinan yang valid, tersimpan secara baik dan mudah dan cepat diakses baik oleh pemerintah desa maupun oleh masyarakat
  • Kualitas perencanaan pembangunan baik yang dilakukan oleh desa maupun supradesa yang tidak berbasis pada data dan informasi yang ada di desa terutama terkait dengan masalah kemiskinan dan masyarakat rentan
  • Tidak adanya kejelasan peran desa dalam tata kelola terutama dalam pendataan dan penyediaan informasi yang di bangun di desa

Dalam pelaksanaan program terdapat kegiatan besar sebagai berikut:

  • Pembentukan Pusat Pelayanan Informasi Desa
  • Penyediaan Instalasi Jaringan dan Aplikasi Sistem Informasi Desa
  • Pelaksanaan Validasi Data Kemiskinan Desa
  • Lomba Karya Inovatif dan Desa Inovatif

HASIL PENCAPAIAN DUA PENERJUNAN TAHAP DALAM PROGRAM UMD

  • Masyarakat menjadi melek informasi.
  • Desa dampingan sudah memilki website resmi desa berbasis desa.id, dan media sosial (FB, twiter, Instagram) sebagai media penyampaian aspirasi dan informasi baik melalui komunitas desa dengan media Facebook dan website desa.
  • Desa dampingan sudah terkoneksi Internet termasuk 6 desa yang tidak ada jaringan internet.
  • 10 desa dampingan memiliki Perkades tentang pengelolaan data dan Informasi.
  • 5 Desa sudah memiliki perkades tentang SOP pengelolaan data dan informasi.
  • Perangkat desa utamanya yang melekat pada peran PPIDesa memiliki kemampuan untuk mengoperasionalkan website desa, media sosial desa, bahkan ada yang membuat program one day one news.
  • Desa memiliki wadah promosi desa melalui web desa yang terintegrasi dalam media sosial desa.
  • Desa memiliki database berupa data kependudukan dan basis data terpadu kemiskinan.
  • Sudah ada pelatihan penggunaan SAID utk administrasi persuratan, serta penggunaan SAID untuk akses data secara elektronik.
  • Terdapat 19 produk oleh-oleh desa yang siap pasar dan inovasi produk.
  • Perangkat desa membentuk Tim pemutakhiran data dan sudah dilatih proses pemutakhiran data secara mandiri oleh TIM dengan basis aplikasi SAID.
  • Perencanaan berbasis data muncul beberapa program Pemberdayaan Ekonomi terkait BUMDESA, Perpustakaan Desa, Program Desa Wisata, Program Pelatihan SDM, Program BIOGas dll.

KEBERLANJUTAN PROGRAM

  1. Pemkab Bondowoso dan UNEJ menyepakati kegiatan KKN Penerjunan berikut di kabupaten Bondowoso, melakukan replikasi pada 61 Desa dan Kelurahan di luar lokasi program UMD. Kegiatan ini dinamakan KKN Tematik SAID dilakukan di total 61 desa/kelurahan dan sudah berjalan dengan capaian:
    1. Terbentuk PPIDesa/PPI Kelurahan 154 Desa/kelurahan (10 Desa KOMPAK, dan 144 Desa/ Kelurahan dari replikasi pemda)
    2. 154 desa/kelurahan (10 desa KOMPAK, dan 144 Desa/ kelurahan dari replikasi pemda) website dan web data SAID
  2. Desa percontohan untuk desa di Bondowoso melalui
    desa binaan:
    1. Desa Glingseran sebagai desa binaan untuk pengelolaan potensi desa alam dan kearifan lokal berbasis pemberdayaan masyarakat melalui Desa wisata Rengganis Glingseran
    2. Desa Cermee sebagai desa binaan untuk kategori pemanfaatan data SAID menuju pelayanan dan administrasi Kantor Modern
  3. KKN Tematik pada pemanfaatan data SAID untuk perencanaan program diantaranya:
    1. KKN Tematik Desa Sejahtera Mandiri
    2. KKN Tematik Percepatan Pencapaian SDGs di Desa
  4. SK bupati Bondowoso No.50/2017 tentang Sistem Informasi Desa yang dalam salah satunya mengatur tentang:
    1. Pengembangan sistem SAID kedepan
    2. Pengelolaan SAID dan tanggung jawab pembinaan pegelolaan oleh Pemda
    3. Mekanisme pemutakhiran data SAID oleh desa