Detil Ruang Informasi

Penguatan Peran Rumah Tangga dalam Peningkatan Kesehatan Ibu

Administrator

1 tahun yang lalu

  1. INFO_ROOM_ATTACHMEMT1577054363

Penguatan Peran Rumah Tangga dalam Peningkatan Kesehatan Ibu

Program Universitas Membangun Desa KOMPAK - UIN Alauddin Makassar berlangsung dalam 3 (tiga) periode KKN mengusung tema Penguatan Peran Rumah tangga dalam Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak di dua Desa Desa Belabori dan Desa Belapunranga, Kecamatan Parang Loe, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Program KKN Tematik melibatkan 240 (dua ratus empat puluh) mahasiswa dari berbagai fakultas dalam lingkup UIN Alauddin Makassar ini menginisiasi pemberdayaan masyarakat melalui aset atau potensi yang mereka miliki, baik itu potensi dari sumber daya manusia maupun potensi sumber daya alam, hard skill maupun soft skill dan meliputi semua modal dasar yang tidak hanya dilihat dari wujud materi tapi lebih pada wujud peningkatan kesadaran dari komunitas untuk memberdayakan semua potensi mereka.

KKN berbasis Aset melibatkan masyarakat di dalam setiap tahapan kegiatan mulai dari mengidentifikasi asset/ potensi di dalam masyarakat, melakukan participatory community-based research, serta merumuskan dan mengimplementasikan Indeks Pengaduan Masyarakat (IPM) dan bertujuan untuk:

  1. Meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam perbaikan tingkat kesehatan ibu dan anak,
  2. Termanfaatkannya potensi masyarakat dalam upaya perbaikan tingkat kesehatan masyarakat yang dilakukan melalui optimalisasi peran rumah tangga,
  3. Lahirnya KKN inovatif yang berbasis aset sebagai upaya meningkatkan kemitraan universitas, masyarakat, dan organisasi masyarakat sipil lainnya.

Program dilaksanakan melewati beberapa tahapan:

  1. Assessmen Awal terhadap Determinan Kesehatan Ibu dan Anak yang menunjukkan beberapa poin penting, antara lain masih rendahnya peran keluarga untuk meningkatkan kualitas KIA,
  2. Pemetaan Aset Masyarakat dengan memberikan pembekalan pada mahasiswa dan pelatihan pada coregroup tentang pendekatan ABCD (Asset-based community driven development) menghasilkan “Peta Potensi atau Asset Mapping” dari desa;
  3. Pembentukan Coregroups
  4. Implementasi Program dengan Berbagai Pendekatan (Asset-Based, Service Learning dan IPM)
  5. Knowledge Management berupa buku “Merajut Sehat Merenda Aset” berisikan berbagi pengetahuan dan pengalaman berbagai pihak dalam program UMD
  6. Monitoring & Evaluasi. Penerapan sistem monitoring pada metode Asset Based Community Development (ABCD) yang menggunakan tools seperti: Most Significant Change; Score Card serta historical timeline and trend line of participation;

Di penghujung berakhirnya program, dapat diidentifikasi beberapa keberhasilan baik eksternal maupun internal. Dukungan pemerintah kabupaten di kedua desa, Keterlibatan masyarakat yang tinggi dalam pelaksanaan program, pemaknaan baru tentang aset, agama disadari sebagai aset terpenting dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak, meningkatnya kepedulian dari keluarga, khususnya para suami untuk mengaktifkan peran mereka dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak merupakan keberhasilan eksternal. Secara internal, terciptanya kolaborasi ACCED dan LP2M UINAM dan terimplementasinya KUM melalui KKN Tematik di kedua Desa, pelibatan dosen sebagai fasilitator, serta terimplementasinya produk-produk pendekatan unggulan (ABCD, CBR, SL dan IPM).